Desain
Memilih warna seragam kantor: dari warna merek ke pemakaian harian
Warna seragam adalah bagian identitas perusahaan yang dilihat setiap hari. Warna yang tepat terlihat seperti merek Anda, tetapi juga tetap rapi setelah berbulan-bulan dipakai dan dicuci.
Mulai dari warna merek, bukan menyalinnya mentah-mentah
Warna logo sering terlalu terang atau terlalu jenuh untuk satu badan kemeja. Pendekatan yang lebih aman:
- Pakai warna netral yang dekat dengan merek sebagai warna dasar, misalnya navy, charcoal, atau biru muda.
- Simpan warna merek yang paling khas untuk aksen: kerah, manset, plaket, atau logo.
- Uji kombinasi pada sampel, karena warna di layar dan di kain bisa tampak berbeda.
Praktis untuk pemakaian harian
| Warna dasar | Kelebihan | Perlu diperhatikan |
|---|---|---|
| Navy, charcoal | Formal, noda tidak mudah terlihat | Perhatikan pudar setelah sering dicuci; uji pada sampel |
| Biru muda, ivory | Segar dan bersih di kantor | Noda dan bekas keringat lebih terlihat |
| Olive, maroon | Berkarakter dan mudah dikenali | Pastikan serasi dengan warna merek |
Aksen kontras
Kerah, manset, atau plaket berwarna kontras membuat seragam polos terlihat lebih dirancang, tanpa mengubah warna dasar. Aksen juga berguna untuk membedakan unit atau jabatan dalam satu perusahaan.
Menjaga warna tetap sama
- Simpan kode warna yang disetujui, atau potongan kain acuan, untuk pesanan ulang.
- Setujui warna pada sampel kain, bukan hanya pada gambar.
- Untuk pesanan besar, tanyakan bagaimana vendor menjaga warna tetap sama antarbatch kain.
Coba kombinasi warna dasar dan aksen di studio rancang 3D: navy, ivory, charcoal, olive, maroon, dan biru muda, dengan aksen sewarna, emas, atau kontras.